Pelalawan - Perhimpunan Pemuda Peduli Kampung (P3K) Kabupaten Pelalawan secara resmi menyatakan sikap terkait kondisi pembangunan kawasan Tugu Bono yang didanai melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) PT EMP Bentu Ltd senilai Rp7,8 miliar.
P3K menilai terdapat sejumlah penurunan kualitas material dan kekurangan fasilitas yang memerlukan evaluasi mendalam.
?Ketua P3K Kabupaten Pelalawan, Muhammad Daud, menegaskan bahwa PT EMP Bentu Ltd memegang tanggung jawab penuh terhadap perawatan maupun kerusakan yang muncul selama proses pengerjaan, sebelum proyek tersebut diserahterimakan secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan.
?“Kami menemukan beberapa titik krusial yang menjadi keluhan warga. Di antaranya, kualitas plat pada tujuh lengkungan gelombang Tugu Bono yang mulai tampak berkarat, sistem penampung air mancur yang bocor hingga meluap ke jalan, serta pengadaan lampu penerangan yang belum maksimal,” ujar Muhammad Daud, kepada JendelaNegeri.co, Rabu (15/4/2026).
?Daud juga menyoroti pemilihan material pada susunan huruf di sekitar tugu yang dinilai rentan rusak dan tidak sesuai dengan nilai investasi proyek yang besar. Selain itu, ia menyayangkan absennya fasilitas vital seperti toilet umum di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tugu Bono.
P3K meminta pihak EMP Bentu Ltd untuk bertindak tegas dalam mengevaluasi kinerja vendor atau kontraktor pelaksana. Daud menekankan bahwa meskipun proyek ini merupakan dana CSR, standar kualitas harus tetap mengacu pada spesifikasi tinggi mengingat proyek ini telah mendapatkan restu dari SKK Migas.
?“Pilihlah vendor yang bekerja maksimal dan bertanggung jawab. Kami meminta pengerjaan dilakukan sesuai spek yang disepakati. Jangan sampai anggaran besar tidak menghasilkan mutu yang sebanding,” tegasnya lagi.
Lebih lanjut, P3K mendorong PT EMP Bentu Ltd untuk lebih terbuka mengenai kendala teknis yang dihadapi di lapangan. Transparansi informasi dinilai penting agar Pemkab Pelalawan dapat ikut membantu mencari solusi.
?“Intinya, kami dari P3K Kabupaten Pelalawan meminta dilakukan evaluasi secara utuh dan menyeluruh terhadap proyek ini demi kepentingan masyarakat luas,” tutup Daud.***
Penulis: Farikhin

