Pelalawan – Ketua Perhimpunan Pemuda Peduli Kampung (P3K) Kabupaten Pelalawan, Muhammad Daud, menyoroti minimnya fasilitas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat.
Keluhan ini muncul setelah proses penggalian liang lahat secara manual di TPU, memakan waktu hingga enam jam.
"Kami dari P3K Pelalawan mempertanyakan keberadaan alat berat yang seharusnya diperuntukkan bagi penggalian kubur di TPU Pangkalan Kerinci Barat," tutur Daud, Rabu (4/2/2026).
Akibat penggalian manual yang memakan waktu lama, jadwal pemakaman yang seharusnya bisa dilakukan pada pagi hari harus menyesuaikan hingga penggalian makam selesai.
Menurut Daud, penggalian makam secara manual pada tanah keras sangat menguras energi dan waktu. Enam jam untuk menyiapkan satu liang lahat sangat tidak efisien.
Untuk itu, ia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui dinas terkait untuk segera melengkapi fasilitas di TPU, yang berada tak jauh di KM 55 Pangkalan Kerinci tersebut.
Selain alat berat, Muhammad Daud juga meminta pemerintah membangun fasilitas pendukung lainnya seperti pendopo, bagi para peziarah.
"Kami mohon aspirasi ini direalisasikan karena menyangkut kepentingan orang banyak. Fasilitas yang memadai akan mempercepat proses pemakaman dan memberikan kenyamanan bagi warga," tambahnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pelalawan memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan TPU di Pangkalan Kerinci Barat. Fasilitas memadai akan memudahkan saat proses pemakaman, maupun bagi peziarah.
"Kami berharap alat berat bisa selalu standby di lokasi untuk melayani keperluan masyarakat," pungkas Muhammad Daud.***

