Pencarian

Tanggap Darurat Karhutla Berlaku di Pelalawan hingga 6 September 2026, Ini Lintas Sektor yang Diterjunkan

PELALAWAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama 14 hari, terhitung mulai 24 Agustus hingga 6 September 2026.

Penetapan status tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Pelalawan Nomor KPTS.300.2.1/BPBD/2026/667 yang ditandatangani langsung oleh Bupati Pelalawan, H. Zukri, di Pangkalan Kerinci, Senin (24/8/2026).

Langkah krusial ini diambil menyusul maraknya titik api di sejumlah wilayah serta hasil rapat koordinasi penanganan Karhutla di Kantor Bupati Pelalawan pada hari yang sama.

Berdasarkan data harian Pusdalops BPBD Provinsi Riau periode 1 Januari hingga 24 Agustus 2026, tercatat sebanyak 2.358 hotspot dan 66 firespot di wilayah Pelalawan, dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.717,76 hektare. Sebaran kebakaran terparah terdeteksi di empat wilayah, yakni Kecamatan Kuala Kampar, Teluk Meranti, Kerumutan, dan Pangkalan Kerinci.

Selain lonjakan titik api, kebijakan ini merujuk pada analisis BMKG mengenai puncak musim kemarau pada Juli-Agustus 2026, di mana wilayah pesisir memiliki tingkat kerawanan Karhutla yang sangat tinggi.

Dengan naiknya status menjadi tanggap darurat, Pemkab Pelalawan memperkuat pengerahan sumber daya secara terpadu demi mempercepat pemadaman, membatasi penyebaran api, dan menekan dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan warga.

Penanganan di lapangan melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Damkar, Masyarakat Peduli Api (MPA), aparat kecamatan dan desa, hingga kontribusi aktif perusahaan swasta.

Bupati Pelalawan, H. Zukri, menegaskan pentingnya respons cepat dan soliditas tim gabungan dalam mengatasi situasi ini. Penetapan status tanggap darurat ini adalah langkah untuk mempercepat respons di lapangan. 

"Kita ingin seluruh personel dan peralatan bergerak padu, sehingga api dapat segera terkendali dan dampaknya bagi masyarakat bisa diminimalisasi," ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar, juga mengajak masyarakat dan pihak perusahaan untuk bersama-sama menjaga Pelalawan. 

"Jangan membuka lahan dengan membakar, sebab dalam cuaca ekstrem saat ini api sangat cepat merambat. Mari kita perkuat gotong royong mengatasi masalah ini," tegas politisi PDIP itu.***

Editor: Farikhin