Pencarian

Pangkalan Kerinci Menuju Kemandirian Energi: 3.076 Rumah Segera Nikmati Jargas Murah

Pelalawan - Masyarakat Kabupaten Pelalawan, khususnya di Kota Pangkalan Kerinci, akan segera merasakan manfaat nyata dari Program Strategis Nasional (PSN). Sebanyak 3.076 Sambungan Rumah (SR) jaringan gas bumi (Jargas) ditargetkan mulai mengalir ke rumah-rumah penduduk pada pertengahan tahun 2026.

Pembangunan infrastruktur ini merupakan kelanjutan dari komitmen Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM tahun anggaran 2025-2026.

Sebelumnya, pada tahap pertama tahun 2022-2023, sebanyak 3.712 SR telah sukses terpasang dan dinikmati warga.

Kuota 3.076 SR akan dinikmati masyarakat di Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat dan Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota.

"Kuotanya masing-masing kelurahan sudah ada. Progres di lapangan sekarang, PT. Norel sedang bekerja memasang jaringan gas di Pangkalan Kerinci," terang Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Pelalawan, Hanafie S.Sos.

Selain mendapat sambungan, lanjut Hanafie, masyarakat akan mendapatkan kompor gas secara gratis. "Pemasangan tidak ada biaya. Sudah disambungkan ke rumah, juga dapat kompor gasnya, gratis," bebernya.

Sebelumnya, Bupati Pelalawan H Zukri telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Ditjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama 14 bupati/wali kota lainnya di Jakarta.

Penandatanganan ini menjadi langkah awal dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga atau yang akan berlangsung pada tahun anggaran 2025–2026. 

MoU ini merupakan tahapan awal dalam rangka koordinasi persiapan pelaksanaan pembangunan infrastruktur gas rumah tangga.

Bupati Pelalawan, H Zukri  menyatakan bahwa dirinya sejak awal telah berkomitmen agar masyarakat bisa menikmati manfaat gas murah secara langsung, terlebih Kabupaten Pelalawan memiliki potensi gas yang sangat besar.

Pemanfaatan gas rumah tangga jauh lebih hemat dan murah, praktis serta aman dibandingkan penggunaan tabung gas konvensional. Banyaknya masyarakat yang beralih ke gas jaringan, ketergantungan gas impor dapat dikurangi sehingga anggaran negara dapat dialihkan untuk kebutuhan lain. 

"Saya ingin masyarakat Pelalawan tidak lagi kesulitan membeli tabung gas, karena gas jaringan lebih murah, lebih praktis, dan nyala apinya pun bagus," tandasnya.

Sebagai tindaklanjutnya, Pemkab Pelalawan menggelar sosialisasi pembangunan jaringan gas (Jargas) rumah tangga dibawah naungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Jargas rumah tangga merupakan bagian dari kebijakan nasional Kementerian ESDM dalam rangka konversi energi dari minyak tanah ke gas bumi yang lebih ramah lingkungan. 

Program diperkuat melalui sejumlah regulasi, diantaranya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, PP Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Migas, PP Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, serta ketentuan dalam Undang-Undang Cipta Kerja.

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pelalawan, Fakhrizal S.Sos M.Si menyampaikan bahwa program Jargas merupakan program strategis nasional sebagai upaya konversi dari minyak tanah ke gas.

“Perlu kita ketahui bahwa minyak tanah merupakan energi yang tidak dapat diperbarui dan semakin lama semakin habis, sedangkan gas lebih ramah lingkungan dan efisien,” ujarnya.

Ia menegaskan program ini membutuhkan dukungan dari semua pihak, karena sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Pelalawan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulillah, Kabupaten Pelalawan kembali menerima kuota jaringan gas sebanyak 3.076 sambungan rumah. Pemerintah terus berupaya agar masyarakat mendapatkan akses energi yang lebih mudah, murah, dan ramah lingkungan. Kami berharap program ini dapat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat," ungkapnya.

Tahun 2025-2026, Kabupaten Pelalawan menerima sebanyak 3.076 sambungan rumah (SR), diprioritaskan di Kecamatan Pangkalan Kerinci yang tersebar di tiga kelurahan. Yakni Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur dan Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota.

Pembangunan jaringan gas direncanakan selesai dalam waktu 3 hingga 4 bulan sebelum memasuki tahap uji coba. Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal, Pemkab Pelalawan bersama Kementerian ESDM membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) yang bertugas pada tahap pra konstruksi, konstruksi, hingga pasca konstruksi.

Pemkab Pelalawan menggelar rapat koordinasi dan membentuk Satgas percepatan dan verifikasi pendataan calon pelanggan Jargas rumah tangga di wilayah Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur.

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan Tengku Zulfan, dihadiri perwakilan PT PGN, Asisten II Setdakab Pelalawan Drs. Fakhrizal M.Si, kepala OPD terkait, camat, lurah, serta mitra kerja, dan forum RTRW. 

Dalam rapat terungkap, capaian sambungan rumah (SR) jargas di Kabupaten Pelalawan belum memenuhi target dari total 3.076 sambungan. Pemerintah daerah diberikan waktu perpanjangan selama dua minggu hingga akhir April 2026 untuk mengejar kekurangan tersebut.

Sekda Pelalawan Tengku Zulfan menyampaikan bahwa rapat digelar untuk mencari solusi konkret dalam percepatan pencapaian target, sekaligus menjawab berbagai kendala di lapangan.

“Masih banyak masyarakat yang ragu menggunakan jargas karena informasi yang berkembang bahwa biayanya mahal. Ini perlu kita luruskan, karena informasi tersebut tidak sepenuhnya benar dan cenderung simpang siur," ujarnya, Rabu (8/4/2026). 

Selain itu, kendala lain yang ditemukan diantaranya banyak calon pelanggan yang tinggal di rumah sewa sehingga enggan mendaftar, serta adanya kebijakan jaminan pembayaran bagi pelanggan yang pernah menunggak, yang dinilai cukup memberatkan.

Sekda mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam mencapai target penambahan sambungan rumah (SR) bagi calon pelanggan baru.

“Kita harus membuat terobosan agar target ini tercapai, sehingga program ini tidak dianggap gagal oleh pemerintah pusat dan tidak dialihkan ke daerah lain. Kita juga harus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sehingga kekhawatiran yang dirasakan masyarakat terkait penggunaan jargas bisa kita atasi," tambahnya.

Sebagai langkah percepatan, dalam rapat tersebut disepakati pembentukan Satuan Tugas (Satgas) untuk tiga wilayah, diantaranya Kerinci Kota, Kerinci Timur dan Kerinci Barat.

Hal ini dilakukan dalam rangka percepatan dan verifikasi pendataan calon pelanggan jargas rumah tangga di Kabupaten Pelalawan, dimasing-masing wilayah Satgas diketuai oleh lurah, beranggotakan perwakilan Diskop-UKM, PT. Noorell, PGN, perwakilan pelanggan 2022/2023, perwakilan Rt/Rw, didampingi OPD teknis. Sedangkan koordinator lapangan ditunjuk Camat Pangkalan Kerinci.

Melalui pembentukan Satgas ini, diharapkan proses verifikasi data calon pelanggan dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan jargas.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong keberhasilan program jargas sebagai bagian dari program strategis nasional dan unggulan daerah, agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Pada kesempatan yang sama Asisten II Setdakab Fakhrizal mengimbau kepada masyarakat untuk mendukung Program Strategis Nasional ( PSN ), Program Jargas gratis, murah, mudah, aman dan membahagiakan, serta banyak keunggulan lainnya yang mendukung kemandirian energi.

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Pekanbaru terus mengakselerasi transformasi energi melalui pengembangan Jargas rumah tangga di Kabupaten Pelalawan, khususnya Kota Pangkalan Kerinci. Proyek yang didukung APBN 2025 ini bertujuan untuk mengubah pola konsumsi masyarakat menuju energi yang lebih efisien.

Area Head PGN Pekanbaru, Charly Simanulang, menjelaskan bahwa jargas bukan sekadar alternatif bahan bakar, melainkan solusi nyata bagi kehidupan yang lebih praktis dan ramah lingkungan.

"Melalui jargas, masyarakat bisa merasakan langsung transisi menuju hidup yang lebih hemat. Gas bumi yang mengalir langsung ke rumah dan UMKM memberikan kepastian pasokan tanpa perlu khawatir kehabisan stok atau fluktuasi harga," ujar Charly, Kamis (2/4/2026).

Selain kemudahan distribusi, penggunaan gas bumi diklaim mampu menekan pengeluaran bulanan secara signifikan. Selisih biaya yang dihasilkan diharapkan dapat dialokasikan masyarakat untuk kebutuhan lain yang lebih produktif.

Dari sisi lingkungan, Charly menekankan bahwa gas bumi jauh lebih bersih karena menghasilkan emisi yang rendah dan tidak menimbulkan asap hitam. "Setiap nyala api biru di dapur warga adalah bukti pemanfaatan energi yang optimal dan minim polusi," tambahnya.

Guna memastikan penggunaan yang aman, PGN juga aktif memberikan edukasi kepada warga mengenai cara pemakaian yang benar serta perawatan peralatan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Pelalawan.***(Adv)

Editor: Farikhin