Kadisdik dan Kepala UPT Riau Absen, RDP Bahas SPMB Pelalawan Berlangsung Alot

Selasa, 23 Juni 2026 | 14:41:31 WIB
Komisi I DPRD Pelalawan menggelar RDP terkait SPMB bersama Kepala Sekolah SMP, SMA dan SMK, Selasa (23/6/2026).

PELALAWAN – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pelalawan, Carles, S.Sos., menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal ketat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) demi memastikan tidak ada anak di Kabupaten Pelalawan yang putus sekolah akibat tidak tertampung di sekolah negeri.

Hal tersebut disampaikan Carles saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung alot di ruang pertemuan lantai 3 Gedung DPRD Pelalawan, Selasa (23/6/2026).

Rapat ini sengaja digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan SPMB di tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat, khususnya di wilayah Pangkalan Kerinci.

"Kita pastinya akan mencari solusi terbaik agar anak-anak tidak sampai putus sekolah akibat tidak tertampung. Komisi I akan terus mengawal SPMB ini hingga tuntas agar anak-anak kita tetap bisa bersekolah," tegas Carles di hadapan peserta rapat.

Politisi PDIP ini juga mengimbau orang tua murid yang anaknya belum mendapatkan kuota sekolah untuk segera melapor ke posko pengaduan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pelalawan. Posko tersebut dibuka mulai hari ini, 23 Juni 2026, hingga 5 Juli 2026 mendatang.

Jalannya RDP sempat diwarnai kekecewaan karena absennya dua pejabat kunci, yakni Plt Kepala Disdikbud Pelalawan, Leo Nardo, S.Pd., MM., yang sedang cuti, serta Kepala UPT Disdik Provinsi Riau yang berhalangan hadir.

Kendati tanpa kehadiran keduanya, rapat tetap dilanjutkan dengan dipimpin langsung oleh Carles bersama sejumlah anggota Komisi I dan anggota DPRD dari Dapil Pangkalan Kerinci. Pihak Disdikbud Pelalawan sendiri diwakili oleh Plt Sekretaris Disdikbud, Fenjli Harmasni, M.Pd.

Dalam pemaparannya, Fenjli menjelaskan bahwa pelaksanaan SPMB di Pelalawan saat ini menggunakan aplikasi yang terintegrasi melalui platform Klik Pelalawan. Ia mengklaim daya tampung untuk tingkat SMP negeri sejauh ini masih aman.

"Untuk tingkat SMP, daya tampungnya masih tercover. Bahkan kita melihat masih ada kekurangan murid di SMPN 2, SMPN 3, dan SMPN 5 Pangkalan Kerinci," ujar Fenjli.

Suasana rapat tampak tegang, dan berlangsung alot saat giliran Kepala Sekolah SMA/SMK memaparkan kondisi di lapangan. Hadir dalam rapat tersebut Kepala Sekolah SMAN 1, SMAN 2, SMA Bernas, SMKN 1 Pangkalan Kerinci, dan SMAN 1 Pangkalan Kuras.

Para kepala sekolah mengungkapkan keluhan serupa, kuota penerimaan siswa baru saat ini sudah otomatis terkunci oleh sistem atau aplikasi zonasi dari provinsi. Kondisi ini terjadi meskipun pihak sekolah sebelumnya sudah berupaya mengajukan penambahan rombongan belajar (rombel) maupun penambahan jumlah siswa per rombel ke Disdik Provinsi Riau.

Meski kuota di beberapa sekolah favorit telah mengunci, pihak sekolah menyampaikan bahwa calon siswa tingkat SMA yang hingga hari ini belum tertampung, masih berpotensi dialihkan dan dicover di SMAN 2 serta SMKN 1 Pangkalan Kerinci yang dayatampungnya belum penuh.***

Penulis: Farikhin

Tags

Terkini