Menjemput Cahaya di Pulau Mendol: Ikhtiar Pelalawan Terang Menuju Elektrifikasi 100%

Rabu, 08 April 2026 | 11:20:27 WIB
Bupati Pelalawan, H Zukri audiensi dengan jajaran PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepri, Senin (7/4/2026).

Pelalawan - Selama puluhan tahun, warga di Kecamatan Kuala Kampar, khususnya di Pulau Mendol, harus hidup dalam keterbatasan energi. Listrik bukan sekadar kebutuhan bagi mereka, melainkan perjuangan harian.

Masyarakat hanya bisa menikmati penerangan selama 12 jam sehari. Bahkan, jika mesin pembangkit milik PLN mengalami kerusakan, warga harus pasrah dengan pemadaman bergilir yang membuat listrik hanya menyala selama 4 jam saja.

Namun, potret buram itu kini mulai berganti dengan optimisme. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan di bawah kepemimpinan H. Zukri SM MM, tengah melakukan langkah revolusioner melalui program strategis Pelalawan Terang.

Fokusnya satu, memastikan rasio elektrifikasi mencapai 100% dan menghapus masa kegelapan di wilayah terpencil.

Menyadari bahwa ketergantungan pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) swadaya tidak lagi memadai, Pemkab Pelalawan mengambil langkah berani dengan mengusulkan pembangunan infrastruktur permanen. Proposal pembangunan jaringan bawah laut dilayangkan ke pusat dan akhirnya mendapatkan lampu hijau.

Proyek ambisius ini adalah penggelaran Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV yang membentang sepanjang kurang lebih 3 kilometer dari Sokoi menuju Pulau Mendol, tepatnya di Desa Teluk Dalam. Proyek ini mulai dilelang pada November 2023 dan pengerjaan fisik telah dimulai sejak awal Januari 2024.

Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari koordinasi ketat lintas kementerian dan lembaga. Pada Selasa, 20 Oktober 2025, Bupati Pelalawan, H. Zukri SM MM memimpin langsung Rapat Koordinasi Pemeriksaan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) yang digelar secara virtual oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak mulai dari BPLH, Dinas Kelautan dan Perikanan, hingga Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL untuk memastikan teknis penggelaran kabel tidak merusak ekosistem laut.

"Berdasarkan kajian awal, dampak ekologis proyek ini relatif kecil dan tidak signifikan. Kami meminta seluruh pemangku kepentingan mendukung penuh agar perizinan lancar, karena dampaknya bagi masyarakat sangat luar biasa," tegas Bupati Zukri dalam pertemuan tersebut.

Memasuki pertengahan April 2026, titik terang semakin terlihat. Dalam audiensi terbaru antara Pemkab Pelalawan dengan jajaran PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepri, dilaporkan bahwa progres fisik pemasangan kabel bawah laut telah mencapai 50 persen.

Dalam pertemuan tersebut, Manager UP3 PLN Pekanbaru, Wilsriza Wilman menyampaikan bahwa progres pemasangan kabel bawah laut saat ini telah mencapai sekitar 50 persen.

“Untuk progres pemasangan kabel bawah laut menuju Pulau Mendol saat ini sudah mencapai 50 persen. Kita targetkan selesai pada bulan Mei 2026,” paparnya, Senin (7/4/2026). Ia optimistis pengerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada Mei 2026.

Lebih lanjut dijelaskan, proses pengerjaan proyek juga sangat bergantung pada ketersediaan arus listrik sebagai sumber utama penyaluran energi. Oleh karena itu, PLN terus melakukan penyesuaian teknis agar pemasangan berjalan lancar dan sesuai standar.

Pembangunan kabel bawah laut ini dinilai sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi keterbatasan pasokan listrik di Pulau Mendol yang selama ini belum menikmati layanan listrik penuh selama 24 jam. Dengan adanya infrastruktur tersebut, diharapkan distribusi listrik akan lebih stabil dan merata.

Wilsriza Wilman, optimis proyek prestisius ini akan rampung pada Mei 2026 mendatang. Meskipun tim di lapangan menghadapi tantangan berat berupa arus bawah laut yang deras, pengerjaan terus digesa guna melayani sekitar 2.200 pelanggan di wilayah tersebut.

Senada dengan itu, Manager PLN ULP Pangkalan Kerinci, Eykel Boy Ginting mengungkapkan bahwa meskipun tim di lapangan menghadapi tantangan berat berupa arus bawah laut yang sangat deras, pengerjaan tetap berjalan sesuai jalur.

"Tiang untuk jaringan di darat sudah siap (ready) semua. Saat ini kami fokus pada sisa penggelaran kabel laut. Setelah tersambung, kami akan segera mengurus Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk menjamin instalasi aman dan sesuai standar sebelum resmi dioperasikan," jelas Eykel.

Disampaikannya, seluruh infrastruktur pendukung di darat seperti tiang listrik sudah dalam posisi siap (ready). Setelah kabel bawah laut terhubung, tahap selanjutnya adalah pengurusan SLO.untuk memastikan keamanan dan keandalan distribusi daya ke rumah-rumah warga.

Program Pelalawan Terang memang menjadi fokus utama Pemkab dalam beberapa tahun terakhir. Selain kabel bawah laut, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dan perluasan jaringan hingga ke pelosok dusun terus dilakukan.

Sinergi antara kebijakan daerah dan dukungan teknis PLN menjadi kunci utama untuk memastikan tidak ada lagi wilayah di Pelalawan yang terisolasi dari cahaya saat malam tiba.

Kemandirian energi di Pulau Mendol diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang selama ini merindukan terang di beranda depan kabupaten.

Bupati Zukri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN atas komitmen dan kerja keras dalam merealisasikan proyek tersebut. Menurutnya, kehadiran listrik 24 jam sangat dinantikan masyarakat dan akan berdampak besar terhadap peningkatan kualitas hidup.

“Alhamdulillah, berkat keseriusan PLN untuk mewujudkan listrik menyala di Pulau Mendol selama 24 jam, mudah-mudahan di tahun 2026 ini sudah bisa terealisasi,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan Pemkab Pelalawan akan terus mendukung penuh percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan, termasuk melalui koordinasi lintas sektor agar tidak ada kendala berarti di lapangan.

Dengan progres yang telah mencapai setengah jalan dan target penyelesaian yang semakin dekat, masyarakat Pulau Mendol kini memiliki harapan besar untuk segera menikmati layanan listrik tanpa henti.

"Tentu, diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat disana," ujarnya.

Jika sudah beroperasi, sekitar 2.200 pelanggan di Pulau Mendol akan menikmati listrik PLN secara stabil selama 24 jam penuh tanpa henti. Dampak dari Pelalawan Terang ini diprediksi akan mengubah wajah ekonomi lokal. 

Pulau Mendol yang selama ini menjadi lumbung pangan dengan potensi padi dan kelapa yang melimpah, akan memiliki nilai tambah (value added) karena ketersediaan energi untuk industri pengolahan.

"Saya mohon doa dari seluruh masyarakat agar semua lancar. Kita ingin warga tidak lagi merasa terisolasi. Dengan listrik 24 jam, kualitas hidup meningkat, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan masyarakat Pulau Mendol akan jauh lebih baik," harapnya.***(Adv)

Penulis: Farikhin

Tags

Terkini