PELALAWAN – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Riau Komplek 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Muslim Riau Andalan (IMRA) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) resmi dimulai pada Sabtu (22/8/2026) di Masjid Al-Mubarak, Townsite 2, Riau Komplek, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.
Pada penyelenggaraan tahun keduanya ini, antusiasme peserta meningkat signifikan dari empat kafilah pada 2025 menjadi tujuh kafilah.
Pembukaan syiar keagamaan ini ditandai secara simbolis melalui pemukulan bedug oleh Asisten I Sekretariat Daerah Pelalawan, H. Zulkifli, S.Ag., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Pelalawan. Acara diawali dengan kemeriahan Pawai Ta’aruf, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta orasi sambutan dari tokoh masyarakat dan pimpinan perusahaan.
Dalam sambutannya, H. Zulkifli yang juga menjabat sebagai Ketua LPTQ Kabupaten Pelalawan, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi pelaksanaan acara ini. Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana krusial untuk membangun karakter generasi muda dan memperkuat nilai keagamaan.
"Semoga penyelenggaraan MTQ ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat," ujarnya.
Ketua IMRA, H. Elwan Jumandri, menjelaskan bahwa perluasan partisipasi peserta menjadi bukti makin hidupnya pembinaan keagamaan di Riau Komplek. Ketujuh kafilah tersebut berasal dari Masjid At-Taqwa dan Al-Muhajirin (Townsite 1), Masjid Al-Mubarak dan Nurul Mubarak (Townsite 2), serta perwakilan Lembaga Badan Wakaf/BWPIA, UPZ IMRA, dan Komisariat IMRA Estate Riau Fiber.
"Alhamdulillah, ada peningkatan dari empat kafilah di tahun pertama menjadi tujuh kafilah tahun ini. Ini sinyal positif bagi ruang tumbuh generasi Qur’ani di lingkungan Riau Komplek," tuturnya.
Rangkaian lomba dijadwalkan berlangsung pada 22–23 Agustus 2026, dan akan ditutup pada 24 Agustus melalui Tabligh Akbar bersama Ustadz Ucay sekaligus pengumuman para pemenang.
Sementara itu, Manajemen RAPP yang diwakili Mill Operational Support Director, Suhdi Yaqub, berpesan agar para peserta tidak sekadar mengejar gelar juara, melainkan menghargai seluruh proses perjuangan, kedisiplinan, dan keberanian untuk tampil.
Ia menekankan empat pilar penting bagi kesuksesan generasi muda, yaitu karakter, ilmu pengetahuan, teknologi, serta ketangguhan (resilience). Mengutip perjalanan inspiratif salah satu co-founder RGE, Suhdi mengajak para peserta berani bermimpi dan bekerja keras mewujudkannya.
"MTQ bukan sekadar pertandingan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menghargai perjuangan dan latihan hingga bisa tampil hari ini. Tentukan mimpi dan tujuan sejak dini, lalu lakukan ikhtiar terbaik untuk mewujudkannya," tegas Suhdi.
Apresiasi senada disampaikan oleh Kasubbag TU Kemenag Pelalawan, Dr. H. Sudur, S.Fil.I., M.Pd. Ia berharap kolaborasi ini terus berlanjut guna melahirkan qori dan qoriah berprestasi yang mampu memperkuat kafilah Kabupaten Pelalawan di tingkat yang lebih tinggi.***
Sumber: Rilis