PELALAWAN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) resmi bersama manajemen baru Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tuah Sekata, Senin (10/8/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membedah transparansi keuangan, tata kelola aset, penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR), hingga rencana ekspansi bisnis perusahaan pelat merah tersebut.
Rapat dipimpin oleh Ferly Azhari, S.H., M.H., didampingi Sekretaris Komisi II M. Shohibul Ahsan, S.E., dan Asnol Mubarack, S.Sos., M.Si. Turut hadir Direktur Utama Perumda Tuah Sekata Denny Gunawan, M.M., bersama jajaran manajemen.
Anggota Komisi II DPRD Pelalawan, Asnol Mubarack, menyampaikan bahwa RDP ini menandai era baru keterbukaan Perumda Tuah Sekata di bawah kepemimpinan Direktur Utama yang baru, Denny Gunawan, bersama jajaran manajemen serta Bagian Ekonomi Setda.
"Hari ini BUMD lebih welcome dan terbuka terkait arah kemajuan ke depan. Kami meminta komitmen kuat dari Direktur baru untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah (PR) Perumda sekuat tenaga," ujar Asnol usai RDP.

Terkait isu temuan pemeriksaan, manajemen Perumda Tuah Sekata mengklarifikasi bahwa permasalahan tersebut merupakan miskomunikasi teknis dan telah selesai diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Manajemen juga mengonfirmasi isu miring mengenai keberadaan aset fisik di kawasan perairan yang dipastikan tidak terdata dan tidak benar.
Di sektor keuangan, manajemen mengakui adanya kewajiban atau utang kepada pihak RGE, walau nominal pastinya belum dipaparkan secara rinci. Sebagai langkah penyehatan arus kas, Perumda Tuah Sekata berkomitmen menggenjot penagihan piutang pelanggan yang mencapai lebih dari Rp3 miliar.
Kemudian, mengenai dana CSR yang dialokasikan sebesar 10 persen dari laba bersih tahunan, Asnol menekankan pentingnya pemerataan distribusi agar tidak berfokus di satu titik saja.
"Kami meminta agar CSR disalurkan secara merata, termasuk ke wilayah Dapil 2 seperti Kelurahan Pelalawan, Desa Sering, dan Desa Lalang Kabung. Pihak direksi telah berkomitmen untuk merealisasikan pemerataan tersebut ke depan," tegas politisi Partai Demokrat itu.
Sebagai pendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD), Perumda Tuah Sekata saat ini tengah mematangkan unit usaha baru di bidang agrobisnis, khususnya pengelolaan Delivery Order (DO) kelapa sawit.
Usaha ini berada dalam tahap penyelesaian administrasi dan akan dilanjutkan dengan seleksi terbuka untuk posisi Direktur Agrobisnis. Unit usaha ini diharapkan dapat menstabilkan harga sawit di tingkat petani lokal sekaligus memperkuat kontribusi BUMD bagi daerah.***
Penulis: Farikhin