PELALAWAN – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Pelalawan, Abdul Nasib, S.E., M.H., memberikan peringatan keras kepada para pengusaha dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak "menyunat" kualitas makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi meraup untung pribadi.
Di sisi lain, ia memastikan program andalan Presiden Prabowo Subianto ini sama sekali tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) karena didanai penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Program MBG dinilai memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas gizi anak, sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di daerah.
Abdul Nasib menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.
“Program MBG sangat baik karena secara langsung menyentuh kebutuhan dasar anak-anak, khususnya dalam pemenuhan gizi. Dengan asupan gizi yang baik, diharapkan kualitas kesehatan dan kemampuan belajar peserta didik juga semakin meningkat,” ujarnya kepada JendelaNegeri.co, Selasa (23/6/2026).
Menanggapi kekhawatiran mengenai anggaran, Abdul Nasib memastikan bahwa keberadaan program MBG tidak memberikan dampak negatif terhadap APBD. Sebab, program ini pada prinsipnya merupakan program nasional yang pembiayaannya bersumber langsung dari APBN.
“Justru yang terpenting adalah bagaimana pelaksanaan program ini dapat berjalan optimal dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar politisi Gerindra ini.
Selain fokus pada kesehatan anak, Abdul Nasib berharap pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Pelalawan dapat melibatkan berbagai potensi daerah, seperti pelaku usaha mikro, petani, peternak, dan kelompok masyarakat setempat. Hal ini dinilai mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kita berharap program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal,” tuturnya.
Kendati demikian, Abdul Nasib memberikan peringatan keras kepada pihak pengelola dapur SPPG di Kabupaten Pelalawan agar menjalankan tugas sesuai dengan aturan Badan Gizi Nasional (BGN) dan selaras dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto.
Ia secara tegas mewanti-wanti para pengusaha agar tidak menyunat kualitas makanan demi meraup keuntungan pribadi yang besar. Tindakan tersebut dinilai dapat merusak niat murni presiden dalam menyehatkan anak bangsa.
“Dapur SPPG harus betul-betul berjalan sesuai dengan aturan BGN dan sesuai dengan cita-cita Presiden Prabowo. Jangan rusak cita-cita Pak Prabowo untuk memberikan gizi bagi anak Indonesia, khususnya di Kabupaten Pelalawan, hanya karena pengusaha dapur SPPG memikirkan untuk dapat untung besar,” tegas Abdul Nasib menutup pernyataannya.***
Penulis: Farikhin