Pelalawan - Pimpinan DPRD Kabupaten Pelalawan mengkritik rendahnya komitmen para Kepala Dinas (Kadis) untuk menempati rumah dinas (Rumdis) di kawasan Komplek Bhakti Praja, Pangkalan Kerinci.
Saat ini, mayoritas bangunan tersebut terbengkalai, dipenuhi oleh semak belukar, dan mulai mengalami kerusakan fisik.
Wakil Ketua I DPRD Pelalawan, Baharudin SH MH mengungkapkan bahwa tidak sampai separuh dari total rumah dinas yang tersedia berpenghuni. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena bangunan yang dibiarkan kosong akan cepat rusak dan menjadi sarang binatang berbisa.
"Sangat disayangkan, anggaran yang keluar untuk perbaikan nantinya akan menjadi mubazir jika rumah-rumah ini terus dibiarkan kosong," ujar politisi Golkar tersebut, kepada JendelaNegeri.co, Senin (6/4/2026).
"Selain terkait perawatan, pemanfaatan rumah dinas dinilai strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait efisiensi energi.
"Menempati rumah dinas di kawasan perkantoran, tentu akan mengurangi mobilitas kendaraan dinas. Apalagi jika pejabat itu tinggal di luar kota," katanya.
Untuk itu, pejabat diharapkan tetap berada di wilayah Kabupaten Pelalawan sehingga lebih responsif terhadap program pemerintah. Baharudin menginginkan kawasan rumah dinas kembali hidup dan terawat.
"Jika dihuni, kebersihan taman dan lingkungan sekitar akan lebih terjaga dari sampah dan semak belukar," tandasnya.
Senada dengan Baharudin, Wakil Ketua II DPRD Pelalawan Tengku Azriwardi ST, juga mendesak para pejabat segera menempati fasilitas tersebut. Kehadiran pejabat di kompleks tersebut akan memastikan aset daerah terawat dan terjaga dengan baik.
"Tentunya, menempati rumah dinas, pejabat akan lebih fokus menjalankan tugas. Ini solusi agar pejabat tidak terus berada di luar kabupaten di tengah upaya penghematan anggaran," tandas politisi PKB.***
Penulis: Farikhin